Rabu, 05 April 2017

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)




 














                                    Mata Pelajaran          : GEOGRAFI
                                    Kelas                           : XI
                                    Semester                     : GENAP
                                    Kompetensi Dasar     : 3.2
                                    Materi Pokok             : persebaran jenis-jenis fauna di Indonesia dan dunia




Disusun Oleh :


Suparjo Rustam   2015057128





PPG SM-3T  PENDIDIKAN GEOGRAFI
JURUSAN GEOGRAFI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2017



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah                                   : SMA Negeri  Semarang
Mata Pelajaran                        : Geografi
Kelas/Semester                        : XI/ Ganjil
Materi Pokok                          : persebaran jenis-jenis fauna di Indonesia dan dunia
Alokasi Waktu                        : 1 Pertemuan / 2 JP (90 Menit)

A.    Kompetensi Inti

KI 1
:
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2
:
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3
:
Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4
:
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B.  Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

KD
Indikator
3.5 Menganalisis sebaran fauna dan fauna di Indonesia dan dunia berdasarkan karakteristik ekosistem

1.      Mengklasifikasikan Fauna di dunia
2.      Mengklasifikasikan Fauna di Indonesia
3.      Menjelaskan persebaran Fauna di dunia
4.      Menjelaskan persebaran Fauna di Indonesia



C.  Tujuan Pembelajaran

Pertemuan keempat

Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran peserta didik dapat:
1)        Peserta didik dapat mengklasifikasikan Fauna di dunia berdasarkan kedudukan benua
2)        Peserta didik dapat mengklasifikasikan Fauna di Indonesia berdasarkan garis wallace dan webber
3)        Peserta didik dapat menyebutkan persebaran fauna di dunia
4)        Peserta didik dapat mencontohkan fauna di dunia serta persebarannya
5)        Peserta didik dapat mendeskripsikan karakteristik fauna di dunia berdasarkan persebarannya
6)        Peserta didik dapat menyebutkan persebaran fauna di Indonesia
7)        Peserta didik dapat mencontohkan fauna di dunia serta persebarannya
8)        Peserta didik dapat mendeskripsikan karakteristik fauna di Indonesia berdasarkan persebarannya


D. Metode Pembelajaran

1.      Metode penampilan

E.  Media dan Bahan

Petunjuk:

1.      Media
a.       Power Poin        : tentang persebaran Fauna di dunia dan Indonesia
b.      Gambar              : contoh tentang persebaran Fauna di dunia dan Indonesia
c.       Video                 : tentang persebaran Fauna di dunia dan Indonesia

2.      Alat
a.         Leptop
b.        LCD Proyektor
c.         Papan tulis
d.        ATK

F.  Sumber Belajar

Petunjuk:

1.      Buku referensi              :Samadi. 2007. Geografi untuk SMA/MA Kelas X. Bogor:
2.      Buku referensi              :Wardiyatoko, K. 2014. Geografi untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga.


G. Langkah-langkah Pembelajaran

     Pertemuan Pertama         : 90 Menit/Pertemuan
Pendekatan                         : Berbasis Proses Keilmuan (Saintifik)
Model Pembelajaran           : Example non example


Kegiatan
Aktivitas Pembelajaran
Pendahuluan (5 menit)
·         Guru memberikan salam kepada peserta didik
·         Peserta didik berdoa untuk mengawali proses pelaksanaan pembelajaran dipimpin oleh satu peserta didik
·         Guru memeriksa kehadiran peserta didik agar terkondisi suasana pembelajaran, ketertiban dan kesiapan peserta didik untuk melaksanakan pembelajaran yang akan berlangsung
·         Guru melakukan apersepsi:
Tuhan yang maha esa telah menciptakan aneka ragam tumbuhan dan hewan dimuka bumi,mari kita mensyukuri atas ciptaan tersebut bayangkan apabila tidak ada tumbuhan dan hewan di kehidupan kita,apa yang akan terjadi jika tidak ada? Kehidupan di bumi ini kita tidak terlepas dari interaksi dengan tumbuhan dan hewan tersebut!
Pernahkah anda berkunjung di taman nasional? Atau ketika anda berkunjung di rumah-rumah teman kalian yang memiliki berbagai hewan dan tumbuhan,Banyak perbedaan tumbuhan dan hewan disana. Persebaran tumbuhan dan hewan di muka bumi ini tidak merata.
Mari kita saksikan tayangan video ini (video tentang persebaran fauna).
Artinya, disuatu wilayah ditemukan jenis tumbuhan dan hewan tertentu,sedangkan di daerah lainnya, hewan dan tumbuhan tersebut tidak ditemukan. Mengapa hal tersebut terjadi seperti tayangan divideo tadi?
Faktor apa saja yang mempengaruhi persebaran hewan yang ada di muka bumi.
Mari kita bersama-sama mempelajarinya atas rasa syukur kita terhadap ciptaan tuhan yang maha esa tersebut agar kita tahu dan menghargainya.
·         Guru menyampaikan pokok materi, indikator dan tujuan yang akan dicapai serta menyampaikan lingkup penilaian yaitu spritual, pengetahuan, keterampilan dan teknik penilaian tugas terstruktur maupun tidak.

Inti (75 menit)
·      Persiapan



·      Menstimulus/pemberian rangsang



·      Mengidentifikasi masalah




·      Mengumpulkan data




·      Pengolahan Data




·      Pembuktian


·      Kesimpulan
Mengamati,
·         Guru menjelaskan secara singkat mengenai materi “persebaran fauna di dunia dan di Indonesia“ melalui media power poin dan video
·         masing masing Peserta didik mengamati materi “persebaran fauna di dunia dan di Indonesia” yang disajikan oleh guru melalui tayangan media slide power poin dan video
·         peserta didik memahami klasifikasi fauna di dunia dan di Indonesia serta persebarannya di dunia dan di Indonesia.

menanya,
·         Guru melakukan tanya jawab kepada  Peserta didik“Apa saja yang kalian ketahui tentang faktor-faktor klasifikasi fauna di dunia dan di Indonesia ada di slide power poin maupun tayangan Video?”
·       Setiap peserta didik mendiskripsikan  karakteristik fauna di dunia dan di Indonesia berdasarkan persebarannya” berdasarkan tayangan media slide power poin dan video yang ditayangkan

Mengumpulkan informasi,
·         Peserta didik mengumpulkan informasi tambahan tentang:
1)      persebaran fauna di dunia dan di Indonesia serta contohnya dari masing-masing persebaran
2)      karakteristik fauna di dunia dan di Indonesia berdasarkan persebarannya

menganalisi
·         Guru menampilkan contoh gambar yang sedang dibahas dalam materi dan contoh gambar yang tidak dibahas dalam materi di LCD Proyektor.
·         Peserta didik diarahkan untuk mengamati gambar tersebut dan menganalisisnya berserta memberikan diskripsi mengenai apa yang ada dalam gambar itu.
·         Guru memberikan waktu maksimal sebanyak 3 menit untuk menganalisis serta mendiskripsikan gambar-gambar tersebut, serta guru membimbing dan mengkontrol jalannya kegiatan pembelajaran
·         Guru tidak hanya menampilkan satu gambar saja,namun banyak sehingga peserta didik bisa memahami dari materi persebaran fauna di dunia dan di Indonesia

Menginformasikan
·         Guru memanggil peserta didik secara acak untuk melakukan presentasi hasil pengamatan,analisis,serta diskripsi dari gambar yang sudah di tampilkan dalam LCD Proyektor
·         Setiap peserta didik yang dipanggil segera maju kedepan untuk melaporkan atau mengkomunikasikan hasil pengamatan, analisis, serta diskripsi dari gambar yang sudah di tampilkan dalam LCD Proyektor persebaran fauna di dunia dan di Indonesiamelalui presentasi di depan kelas.
·         Peserta didik lain diberi hak untuk menanggapi baik dengan pertanyaan maupun pernyataan terkait presentasi Peserta didik di depan kelas.
·         Apabila ditemukan pertanyaan-pertanyaan yang tidak termasuk dalam tujuan pembelajaran maka guru akan menyimpan dan dijelaskan pada pertemuan selanjutnya.

Penutup (10 menit)
·         Melalui hasil kegiatan Example Non Example ,guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan
·         Guru memberi umpan balik peserta didik dalam proses dan hasil pembelajaran dengan cara memberikan beberapa soal berupa kuis untuk mengetahui pemahaman materi selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
·         Guru memberitahukan kegiatan belajar yang akan dikerjakan pada pertemuan berikutnya, yaitu tentang “konservasi flora dan fauna
·         Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan memotivasi peserta didik dan kemudian mengakhiri dengan memberikan salam kepada peserta didik




H.    Penilaian Pembelajaran

a.      Penilaian Sikap (terlampir)
b.      Penilaian Pengetahuan (terlampir)
Ø  Kuis
Ø  LKPD



                                                               Semarang, Maret 2017
Mengetahui,
Kepala SMAN  Kota Semarang                                 Guru Mata Pelajaran Geografi



………………                                                                 ………………

Selasa, 04 April 2017

Menganalisis Sebaran Flora dan Fauna



Persebaran hewan di muka bumi ini didasarkan oleh faktor fisiografik, klimatik dan biotik yang berbeda antara wilayah yang satu dengan lainnya, sehingga menyebabkan perbedaan jenis hewan di suatu wilayah.
Di samping itu faktor sejarah geologi juga mempengaruhi persebaran hewan di wilayah tertentu karena wilayah tersebut pernah menjadi satu (Pangea). Namun hewan berbeda dengan tumbuhan yang bersifat pasif. Pada hewan, bila habitatnya dirasakan sudah tidak cocok, seringkali secara masal mengadakan migrasi ke tempat lainnya. Oleh karena itu pola persebaran fauna tidak setegas persebaran flora. Adakalanya hewan khas di suatu wilayah juga terdapat di wilayah lainnya.

Sejarah geologi pembentukan muka bumi
Pada tahun 1876 Alfred Russel Wallace membagi wilayah persebaran fauna atas 6 wilayah yaitu: Ethiopian, Palearktik, Oriental, Australian, Neotropical dan Neartik. Untuk lebih jelas dan pemahaman Anda semakin mantap mengenai letak wilayah persebarannya, cobalah sambil mempelajari materi ini juga menggunakan peta dunia.
Keenam wilayah persebaran fauna tersebut adalah sebagai berikut:

Wilayah persebarannya meliputi benua Afrika, dari sebelah Selatan Gurun Sahara,
Madagaskar dan Selatan Saudi Arabia.

Ciri khas hewan tipe ethiopian sebagian besar adalah
mamalia dan bertubuh besar.
Hewan yang khas daerah ini adalah: gajah Afrika (Loxodonta africana),
badak Afrika putih bercula dua (Cerathoterium simum), gorila (Pongo pygmeus), baboon (papio Anubis), simpanse (Pan troglodytes), jerapah (Giraffa camelopardalis). Mamalia padang rumput seperti zebra (Equus zebra),
antilope, kijang, singa  (Panthera leo), harimau Afrika (Panthera pardus pardus), dan mamalia pemakan serangga yaitu trengiling (Manis javanica).
Mamalia endemik di wilayah ini adalah Kuda Nil (Hippopotamus amphibius) yang hanya terdapat di Sungai Nil,
Mesir. Namun di Madagaskar juga terdapat kuda Nil namun lebih kecil.
Menurut sejarah geologi,
pulau Madagaskar pernah bersatu dengan Afrika. Wilayah Ethiopian juga memiliki hewan
yang hampir sama dengan di wilayah Oriental seperti: golongan kucing (Felis silvestris catus), bajing (Callosciurus notatus), tikus,
babi hutan (Sus scrofa), kelelawar (Cynopterus sp), dan anjing (Canis familiaris).

2. Paleartik

Wilayah persebarannya sangat luas meliputi hampir seluruh benua Eropa, Uni Sovyet,
daerah dekat Kutub Utara sampai Pegunungan Himalaya, Kepulauan Inggris di Eropa
Barat sampai Jepang, Selat Bering di pantai Pasifik, dan benua Afrika paling Utara.
Kondisi lingkungan wilayah ini bervariasi, baik perbedaan suhu, curah hujan maupun
kondisi permukaan tanahnya, menyebabkan jenis faunanya juga bervariasi.

Beberapa jenis fauna Paleartik:
  • hewan endemik:  yaitu Panda  (Ailuropoda melanoleuca)  di Cina
  • hewan yang terbatas penyebarannya (binatang kutub) seperti rusa Kutub (Rangifer tarandus), kucing Kutub, dan beruang Kutub (Ursus maritimus).
  • hewan khas berasal dari wilayah ini antara lain kelinci, sejenis tikus (Rattus norvegicus), berbagai spesies anjing (Canis familiaris), kelelawar (Cyneptorus sp). Bajing (Callosciurus notatus), dan kijang (Muntiacus muntjak) telah menyebar ke wilayah lainnya.

3. Oriental

Fauna di wilayah ini tersebar di kawasan Asia terutama Asia Selatan dan Asia tenggara.
Fauna Indonesia yang masuk wilayah ini hanya di Indonesia bagian Barat.

Selasa, 26 Maret 2013

Penelitian Mengenai Permasalahan Yang Ada Disekolah

suparjo rustam
BAB I 
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Indonesia semakin hari kualitas pendidikan semakin rendah, apalagi adanya permasalahan status RSBI/ SBI yang di pakek setiap sekolah tidak legal, artinya status sekolah tersebut belum adanya UU yang menjaminnya. Berdasarkan survey united national educational, scientific and cultural organization (UNESCO), Terhadap kualitas di negara-negaraberkembang diasia pasifik,indonesia menempati peringkat 10 dari 14 negara. Sedangakan untuk kualitas para pendidik (guru) kualitasnya beradsda pada peringkat 14 dari 14 negara berkembang. Salah satu faktor rendahnya kualitas di indonesia adalah karena lemahnya para guru dalam menggali potensi anak. Para pendidik seringkali memaksakan kehendaknaya tanpa pernah memperhatikan kebutuhan, minat, dan bakat yang dimiliki para siswa-siswi. Kelemahan para pendidik di sekolah mereka tidak pernah menggali permasalahan dan potensi para siswa-siswi tersebut. Seharusnya memperhatikan kebutuhan anak bukan malah memaksakan sesuatu yang menbuat anak kurang nyaman dalam menuntut ilmu. Proses yang terbaik dalah dengan memberikan kesempatan pada anak untuk kreatif. Itilah yang seharusnya dilakukan sebab pada dasarnya gaya berfikir anak tidak bisa diarahkan( masih labil). Selain kurang kreatifnya para pndidik dalam membimbing siswa, kurikulum yang sentralistik membuat potret semakin buram.kurikulum hanya didasarkan pada pengetahuan pemerintah tanpa memperhatikan kebutuhan masyarakat. Lebih parah lagi, tidak mampunya menghasilkan lulusan yang kreatif. Ini salah satunya, kurikulum dibuat dijakarta dan tidak memperhatikan kondisi dimasyarakat bawah, yang selalu berubah- ubah dari dekade, seperti kurikulum KBK,KTSP, hingga kurikulum yang di kunakan pada tahun ini yaitu kulikulum tahun 2013. Jadi, para lulusan hanya pintar cari kerja dan tidak pernah bisa menciptakan lapangan kerja sendiri, padahal lapangan pekertajaanyang tersedia sangat terbatas sekali. Kualitas pendidikan diindonesia sangat memperhatikan, berdasarkan analisis dari badan dunia (UNESCO), kualitas para guru di indonesia menempati peringkat terakhir yaitu pada rangking ke 14 dari 14 negara berkembang di asia pasifik. Posisi tersebut menempati negeri agraris ini dibawah vietnam yang negaranya baru merdeka beberapa tahun yang silam. Sedangakan untuk kemampuan membaca, indonesia berada pada peringkat 39 dari 42 negara berkembang didunia. Lemahnya input quality, kualitas guru kita ada di peringkat 14 dari 14 negara berkembang. Ini juga kesalahan yang tidak serius untuk meningkatkan kualitas. Dari sini lah saya mencoba untuk membahas latar belakang permasalah yang ada di sekolah-sekolah. 

  BAB II 
PEMBAHASAN 
 Dari uraian di atas dilihat begitu kompleknya permasalahan dalam pendidikan yang ada diindonesia. Oleh karena itu saya membatasi beberapa masalah dalam penulisan makalah dengan “masalah-masalah pendidikan disekolah,kualitas pendidikan disekolah,dan solusi pendidikan tersebuat” 
  A. Tujuan dan Manfaat 
 1. Tujuan Sesuai dengan pembatasan permasalahan “masalah-masalah pendidikan disekolah,kualitas pendidikan disekolah,dan solusi pendidikan tersebuat” maka tujuan penulisan dalah untuk mengetahui masalah-maslah apa saja yang terjadi pada pendidikan sekolah yang bersangkutan yang dilihat dari kualitasnya semakin hari semakin menurun. 
  2. Manfaat Diharapkan mendatangakan manfaat berupa penambahan pengetahuan serta wawasan penulis kepada pembaca tentang keadaan pendidikan sekarng ini sehingga kita dapat mencari solusinya secara bersama agar pendidikan dimasa yang akan datang dapat meningkat baik dari segi kualitas maupun kuantitas. 
  B. Landasan Teori 
Ki hajar dewantara, sebagai tokoh pendidikan nasional indonesia, peletak dasar yang kuat pendidikan nasional yang progresif untuk generasi sekarang dan generasi yang akan datang merumuskan pengertian pendidikan sebagai berikut: Pendidikan umumnya berarti daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti(kekuatan batin, karakter) pikiran (intelektual dan tubuh anak);daslam taman siswa tidak boleh dipisahkan bagian-bagian itu agar supaya kita memanukan kesempurnaan hidup,kehidupan,dan penghidupan anak-anak yang kita didik, selaras dengan dunianya (ki hajar dewantara,1977:14) Dari etimologi dan analisi pengertian diatas,secara singkat dapat dirumuskan sebagai tuntunan pertumbuahan manusia sejak lahir hingga tercapai kedewasaanjasmanidan rohani,dalam interaksi dengan alam dan lingkungan masyarakatnya. Merupakan proses yang terus menerus, tidak berhenti. Didalam proses ini keluhuran martabat manusia di pegang. 

  BAB III 
PEMBAHASAN 
A. Masalah mendasar pendidikan disekolah 
 1. Ternyata mengorbankan kebutuhan, kurang seimbang antara belajar yang berpikir (kognitif) dan prilaku belajar (afektif). Jadi unsur integrasi cenderung semakin hilang, yang terjadi adlah disintegrasi. Padahal belajar tidak hanya berpikir. Sebab ketika orang sedang belajar, maka orang yang sedang belajar tersebut melakukan berbagai macam kegiatan, seperti mengamati, membandingkan,meragukan,menyukai,semangat dan sebagainya. 2. Sistem yang top-down atau menggunakan istilah paulo freire ( seorang tokoh pendidik dari amerika latin) adalah gaya bank. Sistem ini sangat tidak membebaskan kerena para peserta didik di anggap manusia-manusia yang tidak tau apa-apa, guru sebagai pemberi mengarahkan kepda peserta didik untuk menghafal secara mekanisme apa isi pelajaran yang diceritakan. Guru sebagia pengisi dan murid sebagai yang di isi. Jadi hubungan adalah guru sebagai subyek dan peserta didik sebagia obyek. 
B. Kualitas pendidikan di sekolah 
1. Rendahnya kualitas sarana fisik Untuk sarana fisik misalnya, banyak sekali bangunan gedung yang rusak sebagian, laboratorium yang kurang memadai,kamar mandi yang kotor, taman sekolah yang kurang perawatan, buku perpustakaan yang kurang memadai, media pembelajaran yang kurang updata dan pemakaian teknologi sebagai media menggali informasi luar tidak memadai. 
2. Rendahnya kualitas guru Keadaan guru di sekolah juga amat memperhatinkan. Kebanyakan guru belum memiliki profisionalisme yang memadai untuk menjalan tugasnya sebagaimana disebutkan dalam pasal 39 UU No 20 tahun 2003 yaitu merencanakan pembelajaran,melaksanakan pembelajaran,menilai hasil pembelajaran,melakukan pembimbingan,melakukan pelatihan,melakukan penelitian dan melakukan pengambdian masyarakat. 
3. Rendahnya kesejahteraan guru 
4. Rendahnya prestasi siswa 
5. Kurangnya pemerataan kesempatan pendidikan
 6. Rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan 
7. Mahalnya biaya pendidikan 
 C. Solusi pendidikan disekolah Untuk mengatasi masalah-masalah, seperi rendahnya kualitas fisik,rendahnya kualitas guru,DLL. 
1. Solusi sistemik, yakni solusi dengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem. 
2. Solusi teknis, yaitu solusi yang menyangkut hal-hal teknis yang berkaitan langsung dengan solusi ini misalnya untuk menyelesaikan masalah kualitas guru dan prestasi siswa. Solusi untuk masalah-masalah teknis dikembalikan kepada upaya-upaya praktis untuk meningkatkan kualitas sistem.rendahnya kualitas guru misalnya diberi solusi peningkatan kesejahteraan,juga diberi solusi dengan membiayai guru melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru. 

  BAB VI
 Kesimpulan 
Banyak sekali fakor yang menjadi rendahnya kualitas di sekolah.faktor yang bersifat teknis diantaranya adalah rendahnya kualitas guru,rendahnya sarana fisik,mahalnya biaya pendidikan rendahnya prestasi siswa,rendahnya kesejahteraan guru,rendahnya relevensi dengan kebutuhan,kurangnya pemerataan pendidikan di berbagai sektor. Namun sebenarnya yang menjadi masalah mendasari dari sekolah adalah sistem itu sendiri yang menjadi siswa sebagai obyek, sehingga manusia yang dihasilakn dari sistem ini Adalah manusia yang hanya siap untuk memenuhi kebutuhan zaman dan bukan bersifat kritis terhadap zamannya. Maka disinilah di butuhkan kerja sama antara pemerintah pusat hinnga pemerintah bawah dan masyarakat untuk mengatasi permasalah tersebut.

Kamis, 28 Februari 2013

A. Selayang Pandang
Kabupaten Lampung Barat dikenal memiliki beberapa sungai yang berpotensi untuk dijadikan sebagai tempat wisata olahraga arung jeram. Salah satunya adalah Sungai Way Besay di wilayah Kecamatan Sumber Jaya. Sungai ini memiliki panjang sekitar 113 kilometer, 7 kilometer di antaranya telah dikembangkan sebagai jalur rafting. Start point untuk jalur rafting dimulai dari Pekon Sidang Jaya hingga finish di Pekon Sukananti, Kecamatan Sumber Jaya. Waktu tempuh untuk rafting sekitar 2,5 hingga 3 jam.
Lintasan rafting Sungai Way Besay termasuk ke dalam kategori grade II dan III sehingga aman untuk diarungi. Arus sungai ini memiliki tipe cushion atau benturan air sungai dengan bebatuan yang timbul di atas permukaan sehingga gerak arus sungai menjadi berombak dan riak. Selain itu, jalur rafting di sungai ini banyak terdapat jeram panjang. Jika debit air dalam kondisi tinggi, jeram panjang tersebut dapat membuat perahu standing dan bahkan bisa terbalik. Maka, bagi para pemula, disarankan untuk lebih waspada dan menjaga keseimbangan apabila melewati jeram panjang tersebut.
Belum diketahui sejak kapan aliran Sungai Way Besay mulai dikembangkan menjadi jalur rafting. Namun yang pasti, aliran sungai ini sudah sering dimanfaatkan oleh wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berpetualang. Bahkan, pada bulan Mei 2011, Bupati Lampung Barat Drs. H. Mukhlis Basri bersama sejumlah pejabat daerah setempat pernah mencoba jalur rafting Sungai Way Besay ini.
Bupati Lampung Barat melakukan hal tersebut sebagai salah satu upaya pemerintah setempat untuk mempromosikan obyek wisata daerah Lampung Barat, khususnya olahraga arung jeram. Oleh karena itu, Bupati Drs. H. Mukhlis Basri menghimbau kepada semua pihak untuk menjaga debit air Way Besay sebagai tempat olahraga arung jeram dengan cara meningkatkan penghijauan dan tidak melakukan penebangan liar di sepanjang aliran sungai.
Pemerintah daerah setempat juga telah menyiapkan fasilitas yang memadai untuk olahraga ini, seperti perahu karet dan peralatan arung jeram. Sedangkan untuk pengelolaannya, obyek wisata yang merupakan aset milik pemda ini diserahkan kepada Kelompok Rafting Lambar bernama RAKIT. Bagi Anda yang ingin menikmati wisata petualangan Arung Jeram Way Besay dapat menghubungi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Barat yang terletak di Jalan Teratai No.3, Kompleks Perkantoran Pemda Way Mengaku Liwa via telpon di nomor 0728-21248.
B. Keistimewaan
Aliran Sungai Way Besay terbilang menantang untuk dijadikan sebagai arena memacu adrenalin. Di sepanjang jalur rafting terdapat sekitar 13 jeram yang harus diarungi. Meskipun jeram-jeram tersebut tergolong dalam kategori grade II dan III, namun sungai ini tetap menjadi tantangan tersendiri bagi Anda yang suka berpetualang karena jeram-jeram tersebut umumnya termasuk tipe jeram panjang yang cukup deras dan bertangga-tangga. Selain itu, banyaknya batu-batu besar di tengah sungai yang dapat mengakibatkan arus sungai berombak menuntut kelincahan dan kekompakan tim agar perahu tidak terbalik saat melewati jeram panjang tersebut. Menariknya, semakin dekat dengan titik finish, jeram-jeram yang ada di sungai ini semakin bagus dan menantang.
Selain tempat menguji adrenalin, Sungai Way Besay juga menawarkan pemandangan yang indah. Anda dapat menyaksikan pemandangan alam dan aneka flora dan fauna khas Lampung di sepanjang perjalanan. Selain itu, Anda juga dapat menikmati kesejukan air Sungai Way Besay yang jernih dengan berenang atau sekadar berendam setelah sampai di titik finish.
C. Lokasi
Arung Jeram Sungai Way Besay terletak di Pekon Sidang Jaya, Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung.
D. Akses
Kota Liwa, ibukota Kabupaten Lampung Barat dapat ditempuh melalui jalur udara dan laut dari Jakarta. Jika menggunakan jalur udara, Anda dapat menggunakan pesawat dengan tujuan Bandara Seray yang terletak di Pekon Seray, Kecamatan Pesisir Tengah. Dari bandara ini, Anda dapat menggunakan taksi menuju Kota Liwa dengan jarak tempuh sekitar 36,4 kilometer.
Jika melewati jalur laut, Anda dapat menggunakan kapal penyeberangan fery dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Dari Pelabuhan Bakauheni, Anda dapat menggunakan bus umum atau travel menuju Kota Liwa dengan melintasi Jalan Lintas Barat Sumatera. Dari Kota Liwa, Anda dapat melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan umum dengan jarak tempuh sekitar 60 kilometer.
E. Harga Tiket
Bagi Anda yang ingin menikmati wisata olahraga Arung Jeram di Sungai Way Besay dikenai biaya sebesar Rp. 350.000,00 untuk sekali trip. Biaya tersebut sudah termasuk semua peralatan yang diperlukan ketika melakukan arung jeram, seperti perahu karet, pelampung, dan pemandu.
F. Akomodasi dan Fasilitas
Akomodasi dan fasilitas yang terdapat di obyek wisata ini belum memadai karena wisata olahraga arum jeram di Sungai Way Besay ini belum dikembangkan secara maksimal.
 
Posted by Picasa